|
|
|
|
Harmonisasi Program LPMP dengan Kab/Kota |
|
Friday, 29 January 2010 |
|
Dalam rangka meningkatkan pemahaman akan tugas pokok dan fungsi serta Program-program LPMP Tahun 2010 dan menunjang visi misi LPMP Gorontalo diperlukan adanya Harmonisasi program LPMP Gorontalo Tahun Anggaran 2010 dengan dinas Pendidikan Nasional se-Provinsi Gorontalo untuk menginformasikan dan mengkoordinasikan program LPMP Gorontalo T.A 2010 sehingga diharapkan ada koordinasi dan penyamaan persepsi antara LPMP Gorontalo dengan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan di daerah Gorontalo. Tujuannya tidak lain untuk mencapai adanya Kesepahaman antara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Gorontalo dengan Unsur dinas pendidikan se-provinsi Gorontalo sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan pelaksanaan program LPMP Gorontalo mengenai program program – program LPMP Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2010. Sasaran dari kegiatan ini adalah Unsur Dinas Pendidikan se- Provinsi Gorontalo, Pengawas Sekolah, ketua KKPS, MKPS,KKKKS,MKKS,KKG dan MGMP se-Provinsi Gorontalo. Hasil yang diharapkan dalam kegiatan ini, adalah memperkenalkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP ) Gorontalo sebagai UPT Pusat melaksanakan Visi dan Misi lembaga sesuai dengan Grand Desain LPMP; harmonisasi Program LPMP sesuai DIPA Tahun Anggaran 2010; dan kemudian adanya persamaan persepsi dan komitmen untuk pengembangan pendidikan di Gorontalo sesuai dengan standar pendidikan nasional. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 23 Januari 2010 di Dikpora Prov. Gorontalo, Dinas Diknas Kab. Gorontalo Utara, Dinas Diknas Kab. Pohuwato dan Dinas Diknas Kab. Boalemo dan tanggal 25 s/d 26 Januari 2010 di Dinas Diknas Kota Gorontalo dan Dinas Diknas Kab. Gorontalo dan Tanggal 27 s/d 28 Januari 2010 di Dinas Diknas Kab. Bone Bolango |
|
|
Penyerahan Bantuan Peralatan ICT untuk KKG/MGMP |
|
Friday, 11 December 2009 |
|
 Bantuan Peralatan ICT untuk guru di daerah terpencil sekab. Bone Bolango telah diserahkan oleh Kasubag Umum LPMP Gorontalo, Bapak Eky Aristanto P. Punu SE,MM Senin (07/12) lalu di Aula LPMP Gorontalo kepada 14 kelompok KKG/MGMP, yang disaksikan oleh pejabat dari Diknas Bone Bolango.
Hal ini adalah salah satu wujud program Dirjen PMTPK Depdiknas yang telah merancang program peningkatan kompetensi guru daerah terpencil melalui pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG)-SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)-SMP se-propinsi Gorontalo yang berbasis Information and Communication Technologies (ICT).
Perincian bantuan Peralatan ICT untuk Kab. Bone Bolango tersebut yakni, 42 buah laptop, 14 buah modem untuk akses internet, 14 buah printer dan 14 buh LCD, yang masing-masing Kelompok KKG/MGMP memperoleh bantuan 3 buah Laptop, 1 buah Printer, 1 buah LCD, dan 1 buah Modem untuk akses internet.
Kasubag Umum LPMP Gorontalo, Bapak Eky Aristanto P. Punu SE, MM. mengharapkan bantuan laptop tersebut digunakan dengan baik sesuai peruntukannya yakni untuk meningkatkan kualitas guru di daerah terpencil. “Jadi dengan adanya laptop dan fasilitas pendukungnya yang memungkinkan untuk akses internet, diharapkan dapat membuka wawasan para guru sehingga pada akhirnya bisa memperkaya informasi dan bahan ajar serta bisa mengakses berbagai informasi terkini mengenai pendidikan,” harap Eky saat itu. Lebih jauh Eky mengharapkan kualitas lulusan siswa semakin baik setelah pemberian bantuan tersebut.
Eky mengatakan, LPMP Gorontalo sebelumnya telah memfasilitasi pendidikan dan latihan kepada para guru penerima bantuan tersebut di LPMP Gorontalo agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Ia mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru karena peralatan ICT yang diberikan tergolong berteknologi tinggi dan membutuhkan keahlian untuk mengoperasikannya.
Setelah mengikuti pelatihan di LPMP, para guru menjadi master teacher. Artinya, mereka akan melatih sesama rekan guru dengan bantuan tim dari LPMP,” kata Eky. Kemudian nantinya tim teknis dari LPMP Gorontalo akan kembali mendatangi para guru penerima bantuan tersebut untuk melakukan pengecekan. “Kita akan cek lagi untuk memastikan peralatan tersebut sudah dimanfaatkan dengan baik atau belum. Jika belum maka kita akan mengevaluasi permasalahannya sehingga dapat diatasi,” kata Eky.
Prinsipnya, tegas Eky, peralatan tersebut harus digunakan dengan baik sesuai peruntukannya. Karena itu tujuan utamanya untuk meningkatkan kualitas guru di daerah terpencil dapat tercapai. Dengan mengakses internet dari Laptop yang dibagikan tersebut, kata Eky, para guru dapat mengakses informasi mengenai dunia pendidikan. “Terutama mengenai kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang selama ini dikeluhkan guru di daerah terpencil,” jelas Eky. |
|
|
Workshop PTK tentang NISN dan NPSN |
|
Thursday, 10 December 2009 |
 NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) adalah kode pengenal siswa dan sekolah yang bersifat unik dan pengelolaannya menerapkan sistem komputerisasi yang terpusat dan online. Tetapi Penerapan kode pengenal NISN dan NPSN selama ini masih belum ada standar yang baku. Ini menyebabkan rentan terjadinya data NISN dan NPSN ganda yang pada akhirnya tidak mampu menjadi pembeda utama bagi siswa dan sekolah se Indonesia. Akibat dari tidak adanya standarisasi ini, muncul kesulitan dalam proses manajemen pengeolaan data siswa dan data sekolah dalam skala nasional.
Hal ini disampaikan oleh Ibu Dra. Hasmi Dumbi, MPd. mewakili Kepala LPMP Gorontalo, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop PTK tentang NSIN dan NPSN yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Desmber 2009 di New Rahmat Hotel Kota Gorontalo.
”makanya workshop ini sangat penting bagi kita untuk melakukan standarisasi kodifikasi NISN dan NPSN yang diterapkan di seluruh Indonesia”, harap Ibu Hasmi mengakhiri sambutannya.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Panitia Rudy Halalutu, SPsi. yang baru saja mengikuti PIM IV ini menjelaskan bahwa tujuan utama workshop adalah :
- Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan;
- Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Depdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini;
- Sebagai sistim pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa
“Adapun peserta yang kita undang sebanyak 100 orang kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK, MI, MTS dan MA, berasal dari kabupaten/kota sepropinsi Gorontalo yang dibagi secara proporsiona”, pungkas Rudy. |
|
| |
|
|
|
Jumlah Pengunjung |
 | Today | 50 |  | Yesterday | 120 |  | This week | 257 |  | This month | 2106 |  | All | 22336 |
|
|
|