Analisis Pemanfaatan TIK Dalam Media Pembelajaran Untuk Guru Dengan Menggunakan Excel Survey Online Microsoft Office 365

Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan  teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. TIK adalah suatu kegiatan pengolahan dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi komputasi elektromik agar menjadi suatu informasi yang efektif dan komunikatif guna disampaikan kepada pihak-pihak yang membutuhkannnya. Sedangkan TIK menurut Unesco dalam Warsihna, (2012). Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulan bahwa TIK adalah seluruh bentuk teknologi yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, seperti pengolahan dan penyebaran serta penerimaan informasi.

Penerapan TIK / ICT (Information and Communication Technology) ke dalam sistem pendidikan yang terus berkembang dan meluas, memacu para pemerhati dan praktisi bidang TIK/ICT untuk lebih kreatif dalam merancang, menggunakan dan mengembangkan materi pembelajaran yang berbasis TIK/ICT. Hal ini merupakan konsekuensi logis untuk mengikuti atau bahkan mengejar kebutuhan TIK/ICT baik sebagai “pengantar” maupun sebagai “materi” dalam pelaksanaan pembelajaran baik di jenjang SD, SMP, SMA dan SMK serta sederajat.

Mengenai TIK/ICT, istilah ini mulai digunakan oleh para peneliti akademik pada tahun 1980-an dan menjadi populer sejak digunakan oleh Dennis Stevenson pada tahun 1997 dalam laporannya kepada pemerintah Inggris tentang perkembangan pendidikan. Karena dunia pendidikan dari waktu ke waktu senantiasa berkembang, baik dilihat dari sisi materi, media dan metodologinya, maka kebutuhan TIK/ICT tidak dapat terelakkan lagi untuk mencapai efisiensi, efektifitas dan relevansi pendidikan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Mengingat besarnya manfaat TIK/ICT bagi dunia pendidikan, para ahli UNESCO menganjurkan agar semua negara, khususnya negara-negara berkembang, meningkatkan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk mengelaborasi TIK/ICT dalam berbagai kebijakan, strategi, dan aktivitas pendidikan. Hal ini sangat beralasan karena untuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan sumberdaya khususnya sumberdaya manusia yang benar benar punya nyali untuk mengembangkan dunia pendidikan yang berbasis TIK/ICT.

UNESCO sebagai lembaga dunia yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, menaruh perhatian yang begitu besar dalam masalah inovasi pembelajaran ini, demikian pula lembaga kependidikan lainnya untuk mengintegrasikan TIK/ICT ke dalam sistem pengelolaan dan pelayanan pendidikan sudah cukup berhasil. Sebagai gambaran tentang keberhasilan ini ditandai dengan munculnya berbagai istilah baru dalam dunia pendidikan atau yang berhubungan dengan kependidikan sepertie-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya.

Masih menurut UNESCO, lembaga-lembaga pendidikan tidak hanya dituntut untuk mendorong peserta didik untuk belajar (to learn), tetapi juga dituntut untuk dapat mendorong peserta didik untuk belajar menguasai ilmu (learning to acquire knowledge), mempromosikan aktivitas belajar bertindak (learning to act), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar untuk kehidupan (learning for life), dengan paradigma belajar sepanjang hayat (life long learning).

Untuk itu guna meningkatkan kompetensi dan penguasaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di bidang pembelajaran bagi guru-guru di Provinsi Gorontalo, kami penulis mencoba untuk membuat intrumen sederhana mengenai Analisis Pemanfaatan TIK dalam Media Pembelajaran dengan menggunakan Excel Survey Online Microsoft Office 365 yang dikerjakan oleh guru secara online yang disebar di 4 kab/kota yakni Kota Gorontalo, Kab Bone Bolango, Kab Gorontalo dan Kab Gorontalo Utara. (md)

Catatan :
Oleh karena tulisan ini akan di muat dalam Jurnal LPMP Gorontalo yang terbit pertengahan tahun 2017, maka hanya bisa dishare dalam laman ini adalah menu pendahuluan saja. Karya Tulis ini disusun oleh Dr. Hi. Suraya M.Pd dan Hamzah Hippy, MT.

Save