Urgensi Data Pendidik Terhadap Peningkatan Mutu pendidikan

Pengertian secara umum, data dapat didefinisikan sebagai nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu obyek atau peristiwa. Data yang kita dapatkan dalam bentuk data mentah (raw data) yaitu berupa angka, karakter, gambar, atau bentuk lainnya. Dengan demikian data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang punya makna.

Adalah hal yang lumrah sesuatu yang diketahui biasanya didapat dari hasil pengamatan atau percobaan dan hal itu berkaitan dengan waktu dan tempat. Anggapan atau asumsi merupakan suatu perkiraan atau dugaan yang sifatnya masih sementara, sehingga belum tentu benar. Oleh karena itu, anggapan atau asumsi perlu dikaji kebenarannya. Jadi dapat disimpulkan, bahwa data merupakan sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan, atau masalah baik yang berbentuk angka-angka maupun yang berbentuk kategori atau keterangan.

Sudah barang tentu data yang baik adalah data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable), tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas atau bisa memberikan gambar yang jelas dan detil.

Kemajuan teknologi informasi telah menyebabkan banyak orang dapat memperoleh data dengan mudah bahkan cenderung berlebihan. Data tersebut semakin lama semakin banyak dan terakumulasi, akibatnya pemanfaatan, teknologi yang dapat memanfaatkannya untuk membangkitkan pengetahuan-pengetahuan baru, yang dapat membantu dalam pengaturan strategi organisasi.

Tetapi mengapa data, terutama data pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di LPMP Gorontalo hampir setiap tahunnya tidak tersedia dengan maksimal. Masalah tersebut terjadi bukan karena kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan data-data yang melimpah tersebut. Data menjadi basi dan tidak termanfaatkan dengan baik.

Sebenarnya berbicara Data PTK, kuncinya hanya dua hal saja. Penyediaan database yang memadai dan sistematis, dan kemudian yang kedua adalah tidak adanya keberlanjutan verifikasi dan validasi data secara periodik. Verifikasi dan validasi data PTK yang dilaksanakan 3 (Tiga) bulan sekali misalnya, diharapkan berkesinambungan setiap tahunnya,
Jika hal ini dilakukan, imbasnya tentu kebutuhan permintaan data setiap Seksi yang ada di internal LPMP Gorontalo terpenuhi.
Dengan data yang valid tersebut, LPMP Gorontalo bisa menganalisis mutu pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk analisis 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang muaranya pada peningkatan mutu pendidikan.

LPMP Gorontalo bahkan bisa membuat gebrakan program dengan sistem quick count, hasil analisis di publikasikan melalui media sosial. Misalnya Sekolah di Kabupaten A, standar PTK-nya jelek. Jangan takut di protes oleh Pemda setempat, karena kita punya data dan hasil analisis yang jelas.

Ya, ujung-ujungnya tetap data.(md)

Save

Save

Save

Save

Save

Save