Sejarah

Untuk mengatasi perkembangan yang pesat dari pelaksanaan otonomi daerah, Departemen Pendidikan Nasional telah memiliki Unit Pelaksana Teknik Balai Penataran Guru di setiap provinsi. Menghadapi otonomi daerah ini, tentunya bagi provinsi yang baru harus memiliki Unit Pelaksana Teknik Balai Penataran Guru yang berupaya mengendalikan mutu pendidikan di setiap propinsi. Tanggal 7 Maret,  Dr. Ir. Indra Djati Sidi selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengajukan surat perintisan BPG Gorontalo, bersama dengan ketiga  BPG lainnya (Banten, Maluku Utara dan Bangka Belitung) kepada Menteri Pendidikan Nasional. Tanggal 25 April 2002 Direktur Tenaga Kependidikan Soewondo MS mengeluarkan surat studi kelayakan pendirian BPG Gorontalo. Pada bulan Mei 2002 Bupati Lebak menyetujui lokasi pendirian BPG Gorontalo di daerahnya. Berdasarkan pertimbangan semuanya, akhirnya Gubernur Gorontalo H. D. Munandar tanggal 12 Juni 2002 meminta permohonan persetujuan kepada Menteri Pendidikan untuk mendirikan Balai Penatara Guru di Provinsi Gorontalo. Tanggal 24 September 2002 perintisan pembentukan BPG dimulai dengan adanya penandatanganan berita acara serah terima tanah antara Bupati Gorontalo, Bapak Achmad Hoesa Pakaya, SE, MBA dengan Dr. Ir. Indra Djati Sidi selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta disaksikan Gubernur Gorontalo Ir. H. Fadel Mohamad dengan status hibah dengan luas tanah 80.000 m2. Tanggal 4 Juli 2003, Menteri Pendidikan Nasional A. Malik menerbitkan keputusan No. 087/O/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Secara operasional Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Gorontalo mulai berjalan sejak pengangkatan Kepala LPMP Gorontalo, berita acara pengangkatan seluruh kepala LPMP se-Indonesia dilakukan di Jakarta tanggal 30 Desember 2003, termaksud juga pelantikan Drs. Andi Mursalin Adytal, MM sebagai kepala LPMP Gorontalo. dan Bapak Drs. Andi Mursalin Adytal, MM tanggal 24 Desember 2003, dan mengenai staf yang bertugas di LPMP Gorontalo Dr. Ir. Indra Djati Sidi selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan pengumuman penerimaan calon pegawai negeri sipil pada tanggal 27 Oktober 2003. Tanggal 31 Desember 2003 Pengumuman penerimaan staf LPMP Gorontalo sebanyak 45 orang yang tersaring dari 700 orang lebih. Proses penyeleksian dilakukan pada tanggal 30 November 2003 bertempat di Gelanggang Olahraga Nani Wartabone, Kota Gorontalo. Selanjutnya tanggal 20 Januari 2004 diadakan pertemuan staf baru dengan kepala LPMP dan Kasi FSDP Dra. Hasmi Dumbi di gedung Kantor Utama LPMP Gorontalo yang membahas tentang identitas staf dan job description di LPMP Gorontalo. Tanggal 8 Februari 2004 LPMP Gorontalo mulai beroperasi dengan 44 staf baru karena 1 orang staf mengundurkan diri menjadi Tenaga Dosen di UNG, yang menempati 3 ruangan sebagai tempat kerja  sementara. Secara formal LPMP Gorontalo bersama-sama dengan LPMP Banten, Bangka Belitung dan Maluku Utara  diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ibu Megawati dalam acara peringatan hari pemberdayaan perempuan se-dunia di Pandeglang, Provinsi Banten. Lokasi LPMP Gorontalo terletak di desa Tunggulo kecamatan persiapan Tilong Kabila (pecahan dari kecamatan Kabila) Kabupaten Bone Bolango. Jarak tempuh ke lokasi LPMP dari pusat kota adalah lebih kurang 15 km. Sebelum menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dikenal dengan nama Balai Penataran guru (BPG). Dimana merupakan cikal bakal berdirinya LPMP.

Perubahan nama dari BPG  menjadi LPMP didasari oleh perubahan peran dan fungsi Depdiknas di era otonomi dan perlu adanya pengelolaan pendidikan yang memberikan jaminan mutu serta peranan manajemen dan guru dalam memberikan jaminan mutu pendidikan di daerah menuju Standar Nasional Pendidikan pada Tanggal 13 Maret 2007, berdasarkan Peraturan mendiknas RI No. 7 Tahun 2007 Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan direvitalisasi menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. Revitalisasi menyangkut perubahan tupoksi, nama dan struktur organisasi LPMP. Dalam rangka memberikan layanan jasa pendidikan yang berkualitas dengan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pelanggan serta meningkatkan kinerja Organisasi sebagai lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan , LPMP Gorontalo pada tanggal 12 Juli Tahun 2008 memperoleh Sertifikat standar Internasional yaitu Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2000. Dampak dari legalitas formal tersebut, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Gorontalo pun berubah menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo dengan wilayah kerja Provinsi Gorontalo. LPMP Provinsi Gorontalo sebagai unit pelaksana teknis Depdiknas tetap berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang sejak Tahun 2011  telah berubah menjadi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK & PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 Tahun 2005 tentang pembinaan UPT P3G, LPMP, dan BPPLSP dan kemudian pada Tahun 2015 diubah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2015 bahwa LPMP adalah Unit Pelaksana Teknis yang bertanggungjawab kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.