PENYUSUNAN PETA MUTU DAN PENGOLAHAN DATA MUTU
1 Komentar 438 pembaca

PENYUSUNAN PETA MUTU DAN PENGOLAHAN DATA MUTU

LPMP Gorontalo

“Jadi selama 4 (empat) hari kedepan ini kita akan mengolah data mutu dengan menggunakan rapor mutu 2018. Tujuannya hasil pengolahan data tersebut dapat kita gunakan sebagai bahan analisis dan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan di Gorontalo pada khususnya . Hanya masalahnya perlu kita ketahui bersama bahwa belum semua sekolah di Provinsi Gorontalo yang mempunyai data Rapor Mutu 2018, atau hanya sekitar 83% sekolah di provinsi Gorontalo yang sudah mempunyai data rapor mutu 2018. Oleh karena itu diharapkan kerjasamanya bapak dan ibu pengawas serta operator yang hadir dalam kegiatan ini untuk mendeteksi sekolah-sekolah yang belum memiliki rapor mutu, untuk selanjutnya mengirim kembali Data PMP 2018 untuk mendapatkan Rapor Mutu 2018. inilah alasan kami mengundang perwakilan Pengawas tiap jenjang dan Operator Data pada Kab/Kota termasuk teman-teman dari Seksi SI dn Seksi PMS, untuk serius menyusun peta mutu dan mengolah kembali data mutu melalui instrument yang disedikan oleh Panitia. Adapun,”, papar Kepala Seksi PMS Irawati Masia, SE, MSi dalam laporannya sebagai penanggungjawab Kegiatan Penyusunan Peta Mutu dan Pengolahan Data Mutu yang dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 19 s/d 22 Maret 2019, bertempat di Ruang Kelas Tinelo LPMP Gorontalo.
 
Kepala LPMP Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Seksi SI, Eky Aristanto P. Punu, SE MM mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Kepala Seksi PMS bahwa 83% sekolah itu jumlahnya 1077 sekolah seprovinsi Gorontalo yang sudah mempunyai Rapor Mutu 2018. 1077 sekolah itulah yang diharapkan kepada peserta yang hadir dalam kegiatan ini untuk dapat mengolah data mutu menyusun peta mutu. Sebagaimana diketahui bersama bahwa jumlah sekolah di Provinsi Gorontalo sebanyak 1382 sekolah, dan karena ada pembangunan sekolah baru sehingga jumlahnya sekarang 1386 sekolah. Lebih lanjut menurut Eky, dari 83% itu artinya masih  ada 17% atau 305 sekolah yang belum memiliki rapor mutu. Kenapa tidak keluar rapor mutu sekolah tersebut?, pertama terlambat kirim, ketika sudah dikasih waktu empat bulan ditambah lagi satu bulan tetap tidak mengirim dianggap terlambat mengirim. Kedua, mereka mengirim tepat waktu tetapi karena pada saat mengirim itu disesi terakhir sehingga seluruh Indonesia  mengirim data maka server itu susah menerima sekaligus dan itu ada loss-frekuensi dan itu yang menyebabkan data tidak terbaca. Kemudian hal ketiga, adalah salah input atau menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tentu aplikasi online pusat tidak bisa membaca data yang kita kirim.
 
Adapun manfaat dari Rapor Mutu ini masih menurut Eky, adalah tersedianya data dan informasi untuk kebutuhan pembuatan keputusan dalam hal perencanan anggaran pemerintah dalam hal ini anggaran BOS dan DAK.

Author

Administrator Web
Profil Administrator Web

Administrator Web LPMP, Seksi Sistem Informasi LPMP Gorontalo

Berita Terkait

Komentar untuk Berita Ini

  1. rardAppoK
    rardAppoK 12 Juni 2019 - 21:06:09 WIB

    Hello. And Bye.

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Back to Top